PERMASALAHAN PADA BISNIS ONLINE

 Oleh Budiyantoro, SE, MM




Para wirausahawan baru melakukan kesalahan yang sama. Mereka fokus mengumpulkan saran sebanyak mungkin dari para pengusaha berpengalaman dan mengabaikan kenyataan kalau tiap bisnis punya cerita masing-masing.

Menciptakan bisnis online yang sukses bukan tugas mudah. Tak peduli seberapa bagus atau uniknya produk dan layanan Kita, Kita tetap perlu berkompetisi dengan banyak bisnis lain untuk mendapat perhatian audiens target. Di luar sana menjadi dunia kompetisi yang sebenarnya, dan siapapun ingin menghasilkan uang.

Tapi Kita tak perlu panik. Tiap 60 detik, Google menerima 4 juta query. Selain itu, tiap menit, ada 2,5 juta update di Facebook dan 3000 Tweet. Mungkin ini terkesan angka yang menakutkan. Tapi angka ini mengindikasikan kalau meski ada ribuan bisnis di luar sana yang menawarkan produk  dan layanan yang sama seperti Kita, masih ada cukup ruang di internet untuk Kita menghasilkan uang dengan melakukan usaha terbaik yang Kita bisa.

1. Beratnya Ketika Memulai

Butuh waktu bagi sebuah bisnis untuk tumbuh dan menghasilkan keuntungan.  Bahkan, kebanyakan perusahaan tidak menghasilkan sepeserpun dari apa yang mereka investasikan hingga akhir tahun pertama.

Banyak pemilik bisnis online berpengalaman mengatakan kalau 60 hari pertama menjadi periode yang paling sulit. Bila Kita bertahan di periode ini, berarti Kita punya kesempatan memiliki bisnis yang berhasil.

2. Mendapatkan Niche

Niche adalah target market paling potensial dari produk kalian. Populasinya mungkin tidak banyak, tapi dari tidak banyak itu bisa menghasilkan keuntungan yang banyak.

3. Keraguan Diri

Ragu-ragu itu manusiawi. Takut ini takut itu itu wajar. Takut bayangan. Tapi ingatlah bahwa jika ada bayangan berarti ada sinar disekitarnya.

4. Panjang Angan Angan (Tuulul Amal)

Berharap itu boleh. Tapi berharap yang berlebihan yang tidak boleh. Istilahnya panjang angan-angan.

5. Web Security (Keamanan Web)

Web security sangat penting, terutama yang bisnis onlinenya menggunakan web sendiri, apalagi webnya ditanam media pembayaran online semacam kartu kredit.

6. Trusth (Kepercayaan)

Membangun kepercayaan ini penting. Kalau dulu orang puas belanja ke kita bisa menyebarluaskan ke 5 orang, sebaliknya jika tidak puas akan menyebarluaskan juga ke 20 orang. Sekarang tidak seperti itu lagi. Orang kalau kecewa atau tidak puas tidak hanya akan bercerita kepada 20 orang, tapi ke seluruh dunia. Inilah the power  word of mouth (dari mulut ke mulut)

7. Personal Selling

Terutama untuk produk-produk yang membutuhkan penjelasan langsung dari penjual sekaligus mendemokan cara penggunaanya. Mesi sekarang bisa di video, video komunikasi interaktifnya tidak dapat. Alternatif lain dengan zoom atau google meet, tapi siapa yang mau spending time (menghabiskan waktu) untuk ikut zoom iklan?

8. Pelayanan Purna Jual

Susahnya ketika harus menerima komplain pelanggan, apalagi minta retur. Belum selesai urusan pengiriman produk, masih harus menerima retur. Belum yang masih bertanya-tanya dan harus dilayani. Harus menyiapkan hati seluas samudra.

9. Perang Harga

Kemudahan memulai bisnis ini menciptakan tingkat kompetisi yang lebih besar. Perang harga tak terelakkan. Harga hancur hancuran ketika masuk marketplace semacam bukalapak, tokopedia, lazada dll.

10. Loyalitas Pelanggan

Banyak pilihan produk, banyak produk pengganti, banya produk sejenis, bahkan yang KW juga banyak. Yang KW 1 harga sangat murah juga ada. Toko olshop menjamur. Inilah yang membuat sangat susah membuat pelanggan menjadi setia.

11. Stabilitas Ekonomi

Setiap masa pasti ada turbolensi atau guncangan. Indonesia juga mengalami. Tahun 1965 banyak pemberontakan,  tahun 1998 krisi ekonomi nasional, tahun 2008 krisis ekonomi global, tahun 2020 ini ada pandemi. Setiap situasi sulit pasti memunculkan ketidakpastian, dan ketidak pastian itu memunculkan resiko.

12. Teknologi

Teknologi bukanya mempermudah, tapi kadang mempersulit. Harus melek teknologi. Padahal tidak setiap orang suka dengan hal-hal yang berbau teknologi baik yang hard ware maupun software. Tapi inilah…tobe or not tobe…mau atau tidak mau semua harus beradaptasi dengan teknologi yang bergerak cepat.

13. Kecocokan Produk Dan Internet

Beberapa jenis bisnis tidak cocok untuk internet, khususnya bila produk yang ditawarkan melibatkan penggunaan panca indera. Misalnya, bila nilai unik dari produk Kita adalah aroma yang menyegarkan, Kita bisa kesulitan memasarkannya secara online. Dan akan selalu ada individu yang merasa lebih nyaman melakukan pembelian setelah melihat produk secara langsung lebih dulu. Inilah… lagi-lagi kekuatan word of mouth menjadi penting.

14. Skill IT

Terutama yang menggunakan website sendiri untuk landing page. Tapi jika Kita menggunakan web marketplace semacam tokopedia, buka lapak dll. Ketrampilan skill IT bisa teratasi.

15. Kesempatan Bersosialisasi

Sekaya apapun kalian, tapi fitrah manusia adalah berkumpul dan saling bertemu bertatap muka. Komunikasi dua arah face to face, head to head. Tidak terus menuerus berjibaku dengan smartphone.